8/15/2009

MENGENAL JENIS-JENIS BOGIE

Menurut Undang-undang RI No.23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian yang di maksud dengan “Sarana Perkeretaapian” adalah lokomotif, Kereta, Gerbong dan Peralatan Khusus. Dari semua sarana tersebut unsur dari komponennya yang paling penting adalah Bogie. Apa saja jenis-jenis Bogie yang ada di perkeretaapian Indonesia saat ini ?.
Tentunya kita mengenal banyak sekali jenis lokomotif mulai dari disel Elektrik seperti CC 201, CC 202, CC 203, CC 204. Disel Hidrolik [DH] seperti BB 301, BB 302, BB 303, BB 304, BB 305, BB 306, dan lokomotif listrik yang pernah di operasikan di JABOTABEK seperti Bon-bon. Sedangkan untuk kereta dapat di bedakan menjadi kereta yang di tarik lokomotif seperti kereta penumpang [K1, K2, K3], Kereta makan [KM], Kereta Bagasi [B], Kereta Pembangkit [P], dan kereta yang bergerak sendiri yaitu Kereta Rel Listrik [KRL] serta Kereta Rel Disel[KRD].
Untuk gerbong dapat dibedakan menjadi gerbong datar,Gerbong Terbuka,Gerbong tertutup, Gerbong Tangki, dan Gerbong Khusus. Dan terakhir, peralatan khusus kereta api merupakan sarana yang di lengkapi dengan alat pemeliharaan dan pengukuran jalan rel atau peralatan untuk evakuasi kecelakaan KA. Bogie dari komponen tersebut mempunyai jenis yang berbeda-beda. Mulai dari generasi lama hingga yang di pakai saat ini sebagai salah satu yang modern, contohnya yang di pakai da KA Argo.
Pada mulanya sarana dibuat dengan dua gandar sebagai tumpuan badan kendaraan [body]. Sarana bergandar dua mempunyai banyak keterbatasan. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan angkutan, maka dibuatlah suatu konstruksi yang dapat mengatasi segalaketerbatasan dari sarana bergandar dua seperti panjang sarana, daya muat kendaraan[berat, volume], kemudahan melalui tikungan, kecepatan dan kenyamanan[running qualities]. Konstryksi yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah BOGIE, yaitu suatu konstruksi yang terdiri dari dua perangkat roda [wheelset] atau lebih yang di gabungkan oleh rangka/frame yang dilengkapi dengan sistem pemegasan, pengereman, dengan atau tanpa peralatan penggerak dan swecara keseluruhan berfungsi sebagai pendukung rangka dasar dari badan kendaraan.
 FUNGSI BOGIE
Bogie pada sarana perkeretaapian mempunyai fungsi masing-masing sesuai dengan kegunaannya, mulai dari angkutan penumpang, angkutan barang hingga waktu tempuh yang akan di capai oleh kereta tersebut. Berikut fungsi secara umum dari bogie.
Meningkatkan kapasitas muat
Suatu kereta/gerbong yang menggunakan bogie mempunyai kapasitas muat 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan kereta/gerbong du gandar. Dengan demikian daya angkutanya meningkat, yaitu jumlah penumpang untuk kereta dan tonase untuk gerbong barang. Terlebih lagi apabila digunakan sistem duo bogie[8 gandar]. Pada gerbong barang
maka daya muatnya akan meningkat menjadi 4 kali lipat.
Memudahkan perjalanan melalui tikungan
Kebutuhan angkutanpenumpang memerllukan kapasitas tempat duduk yang besar pada kereta, KRL, dan KRD ; kebutuhan angkutan barang dengan volume besar serta meningkatnya daya pada lokomotif akan mengharuskan sarana tersebut dibuat lebih panjang. Dengan adanya konstruksi bogie, maka kendaraan yang panjang akan mudah pada waktu melalui tikungan, karena adanya sumbu tempat berputar antara bogie dan body, yang disebut pivot. Demikian juga pada waktu sarana melalui wesel untuk berpindah jalur bogie akan berputar terhadap body sesuai dengan radiuslengkung jalan rel yang di lewati.
Meningkatkan kecepatan dan kenyamanan kendaraan.
Konstruksi bogie memungkinkan pemakaian/pemasangan susunan pegas yang lebih banyak antara roda dan rangka bogie serta antara bogie dengan body[badan] sarana kereta api. Dengan adanya pemasangan pegas yang lebih banyak maka kenyamanan akan meningkat, dengan demikian kecepatan kereta api juga dapat ditingkatkan.
Pemegasan pada bogie
Pada umumnya sistem pemegasan sarana ber-bogie yang terdiri dari sistem pemegasan primer dari sistem pemegasan sekunder lebih sempurna dibandingkan dengan kendaraan rel tanpa bogie[bergandar dua] yang hanya mempunyai satu tingkat pemegasan saja. Pemegasan yang dimaksud adalah terdiri dari pegas dan peredam.
Pegas dapat berupa pegas ulir, pegas daun [leaf spring], pegas torsi [torsion spring], pegas karet [rubber spring] atau pegas udara [air spring] sedangkan peredam dapat berupa peredam hidraulis atau peredam gesek.
o Sistem pemegasan Primer
Yang dimaksud dengan sistem pemegasan primer adalah pemegasan antara perangkat roda dan rangka bogie. Fungsi dari sistem pemegasan primer adalah untuk menampung kejutan-kejutan, gaya-gaya impak langsung akibat ketidak rataan rel, sambungan rel, wesel dan gangguan lain, karena perangkat roda adalah bagian yang langsung berinteraksi dengan jalan rel[track].
Pada pemegasan primer terdapat alas pembatas gerak[stooper]yang di usahakan dalam tingkat desain agar tidak saling bersentuhan. Namun bila terjadi gaya impak yang berlebihan atau ketidakrataan yang berlebihan[overload]dari yang direncanakan maka alat pembatas bisa saling bersentuhan.
o Sistem pemegasan Sekunder.
Sistem pemegasan sekunder, adalah sistem pemegasan antara badan kendaraan dengan rangka bogie. Pemegasan sekunder berperan penting dalam menentukan kualitas kenyamanan sarana, disamping dilengkapi oleh pemegasan primer. Pada sistem pemegasan sekunder dilengkapi dengan peredam kejut baik pada arah vertikal maupun arah leteral. Gangguan-gangguan dari ketidakrataan rel, kejutan-kejutan, impak, gerakan, dan gaya-gaya di tikungan, serta gerakan sinusoida[snake motion] pada jalan lurus akan diredam oleh sistem pemegasan sekunder untuk kemudian baru dirasakan oleh badan kendaraan. Walaupun demikian, bila gaya impak atau ketidakrataan rel yang dapat menimbulkan beban berlebih[overload] dari yang direncanakan, sehingga berakibat alas pembatas[stooper baja] bersentuhan. Meskipun demikian menyentuhnya stooper harus diusahakan sejarang mungkin. Selain dari sistem pemegasan, maka gangguan juga dapat diatasi konstruksi ayunan, konstruksi pendulum atau konstruksi tilting

 JENIS BOGIE
Sesuai dengan fungsinya sebagai pendukung badan dari berbegai macam sarana, maka bogie dapat digolongkan menjadi :
 Bogie Lokomotif
Bogie lokomotif dibuat agar bisa mendukung beban yang berat, yaitu body lokomotif yang berisi motor diesel, transmisi, dan instalasi-instalasinya.
 Bogie Kereta
Bogie kereta didesain dengan sistem pemegasan dua tingkat, faktor kenyamanan penting untuk penumpeng. Perbandingan kecepatan muatan[manusia] dengan berat kendaraan adalah kecil. Kecepatan operasi relatif tinggi.
 Bogie Gerbong
Bogie gerbong dibuat lebih sederhana[simple], mudahdan murah perawatanya, tetapi harus dapat mendukung beban/muatan yang berat. Sistem pemegasanya hanya satu tingkat. Kecepatan operasi dan kenyamanan relatif lebih rendah dibanding bogie kereta.(Majalah KA)



**********SALAM KA**********

3 komentar:

  1. kurang jelas, tolong dijelaskan mengenai lebih detail dari bogi, mulai jenis, sistem kerja, gambar, analisa perhitungan, dan aplikasi

    BalasHapus
  2. Saya punya beberapa aplikasi dr pt.KA dan beberapa literatur tentang bogie. Kebetulan saya kuliah d jurusan perkeretaapian. JIka berkenan saya bisa jadi penulis d blog ini juga...

    BalasHapus